Minggu, 04 Desember 2016

Bahrain Berlakukan Pembatasan Ketat Untuk Peziarah Arba’in


Para petinggi Bahrain melakukan gangguan terhadap para peziarah Arba’in Husaini di Bandara Internasional Bahrain.

Seperti dilansir Al-Lu’lu’ah kemarin, para pegawai Bandara Internasional Bahrain melakukan gangguan terhadap para peziarah Arba’in Husaini begitu mereka menginjakkan kaki di bandara ini setelah kembali dari Iraq.

Pihak keamanan Bahrain merampas seluruh paspor para peziarah Arba’in Husaini dengan alasan pemeriksaan. Tindakan ini menyebabkan antrian panjang di bandara dan tidak bergerak.

Para pegawai Bahrain membatalkan beberapa paspor dan meminta para pemilik paspor tersebut supaya merujuk kepada kantor urusan kewarganegaraan dan paspor untuk mengurus paspor baru.

Tahun lalu, para peziarah Imam Husain as juga memperoleh gangguan dari pihak berwenang dengan aneka ragam cara. Lembaga-lemaga HAM Bahrain menilai tindakan ini sebagai sebuah tindakan penghukuman yang bertentangan dengan undang-undang yang berlaku.

Sekalipun memperoleh perlakuan yang tak senonoh seperti itu, warga Bahrain masih menggelar demonstrasi di seantero Bahrain dengan semangat “baiat dengan syuhada”. Demonstrasi ini menegaskan hak kisas dan komitmen terhadap tujuan-tujuan yang telah dibangun oleh para syuhada Bahrain.

Rakyat Bahrain menggelar demonstrasi atas ajakan Koalisi 14 Februari dengan mengusung slogan “Labbaik Ya Muhammad”.

Koalisi 14 Februari menegaskan, “Demonstrasi ini bertujuan membela Islam Muhammadi dan menentang siasat kabilahisme anti warga Syiah yang sedang dijalankan oleh Al Khalifah.”

Dari sejak tahun 2011 lalu, rakyat Bahrain menuntut perubahan dan hak-hak mereka sebagai warga. Akan tetapi, tuntutan hak ini rakyat ini dijawab dengan moncong senjata oleh Al Khalifah.

(Al-Lu’lu’ah/Shabestan/Berbagai-Sumber-Lain-ABNS)

0 komentar: