Rabu, 07 Desember 2016

Berbagi Tak Perlu Menunggu Lapang, Kisah Tukang Donat Dermawan di Aksi 212


Terlepas setuju atau tidak pada motivasi dan alasan di balik perhelatan aksi Super Damai 212, tetap saja ada hikmah yang bisa dipetik jika kita mau mengambil pelajaran berharga dalam setiap peristiwa.

Satu hal yang mesti diakui, faktanya, aksi massa terbesar sepanjang sejarah di Republik Indonesia tercinta yang diikuti lebih lima juta orang itu telah berjalan aman, tertib dan damai sebagaimana yang diharapkan oleh banyak pihak, terutama aparat keamanan dan tak terkecuali sebagian kaum Muslimin di Tanah Air.

Ada sejumlah kisah yang tersisa dari Aksi Super Damai 212 di silang Monumen Nasional, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat tersebut.

Salah satunya, kisah tukang donat yang membagikan dagangannya secara gratis kepada para peserta aksi damai tersebut.

Seperti dituliskan pemilik akun FB bernama Cahyana Puthut Wijanarka, lantaran keikhlasannya membagikan donat dagangannya, pria bertopi dan berpakaian serba hitam tersebut mendapat rezeki yang tak diduga-duga.

Berikut kisah Tukang Donat Dermawan 212 seperti ditulis Cahyana dan belakangan sontak viral di dunia maya tersebut:

Tukang donat ini tiba-tiba saja di depan saya. Langsung berkata “Donat gratis Pak…. Bu…., halal… halal…..”

Dalam sekejap donat ini habis terbagi kepada jamaah aksi 212 yang melaluinya. Setiap jamaah yang mendapat donat gratis nampak kagum dengan keikhlasan sang penjual donat.

Namun saya amati setiap kali menerima donat para jamaah melesakkan sesuatu ke saku celana sang penjual donat.

Saya mendekati si abang yang merapikan kotak dagangan sambil menghitung uang yang dia terima dari ‘paksaan’ jamaah yang diberi donat secara cuma-cuma.

Matanya tampak berkaca-kaca menghitung lembaran uang yang rata-rata adalah pecahan seratus ribu dan beberapa lima puluh ribuan.

“Ya Allah, dua juta seratus,” ucapnya lirih.

Saya tertegun melihat hidangan pertunjukan Allah yang luar biasa.

Satu orang pedagang donat keliling yang pasti secara ekonomi bukan dalam kategori berkecukupan, memiliki keikhlasan yang luar biasa.

Allah mempertemukannya dengan orang-orang baik yang mudah sekali bersedekah.

Pedagang donat yang sehari-hari berdagang donat di monas dengan nilai dagangan tidak lebih dari dua ratus ribu mendapatkan uang lebih dari dua juta hari ini.

“Berbagi tak harus menunggu lapang”

“Orang baik bertemu orang baik” – 2 Desember 2016

***

Semoga kita mampu meneladani perilaku mulia tukang donat polos nan dermawan tersebut, meski kita tak pernah mengenalnya. Meski dia sendiri pun bisa jadi tak pernah menyangka bahwa selain berkah rezeki tak terduga, kisah keikhlasannya ini pun bisa menjadi cermin introspeksi diri bagi sesama anak bangsa.

(Islam-Indonesia/Berbagai-Sumber-Lain/ABNS)

0 komentar: