Minggu, 27 Desember 2015

Sekilas Raja Mentari


Mentari Semua Matahari

Di sini, di setiap sudut Haram Imam kedelapan orang-orang Syiah bisa anda lihat kilauan cahaya mentari, zat suci Ali bin Musa ar-Ridha di cermin-cermin.

Di sini, tapi cahaya itu sendiri tahu ia bukan apa-apak ketika semakin berusaha dan ratusan kali memantulkan dirinya di cermin-cermin namun tetap saja di hadapan ruh Ali bin Musa ar-Ridha yang bak mentari.

Lampu Kandil

Keberadaan lampu kandil di Haram Suci Imam kedelapan orang-orang Syiah, yang digunakan untuk menerangi dan juga memperindah lingkungan memiliki sejarah yang cukup lama.

Di dalam surat gulungan “Alishahi” yang merupakan sebuah peraturan untuk mewujudkan tata tertib dalam departemen Haram Suci Razavi, penerangan dan lampu kandil adalah bagian dari hal-hal yang paling awal dan paling banyak digunakan dan sangat ditekankan.

Gambar-gambar meski tidak banyak dan kuno yang anda saksikan di selasar “Darudhiyafah”, di Haram Suci Razavi, menunjukkan bahwa lampu-lampu ini menjadi penerang di Haram ini di tahun-tahun yang sudah lampau.

Namun yang menarik adalah lilin dan obor juga pernah menjadi penerang Haram Suci Razavi. Semua ini berdasarkan data-data yang ada; dari tahun 1813 sampai 1834 Masehi. Semakin kita maju ke depan, lentera dan lampu listrik semakin memiliki peran dalam hal ini. Lentera, lentera yang terbuat dari lampu, kandil empat cabang, guji, benang, lilin, lemak hewan yang dicairkan, minyak lampu, gunting, tempat sumbu, sampo dan lain-lain merupakan alat penerang Haram Suci Razavi. Kini barang-barang ini telah menjadi penghuni ruangan-ruangan museum.

Sebagaimana telah disebutkan bahwa penerangan merupakan bagian dari barang-barang wakaf yang terpenting di Haram Suci Razavi. Penerangan Haram Suci Razavi saat ini juga atas dasar barang-barang wakaf ini. Dengan kata lain, meski cara penggunaan barang-barang wakaf sudah berubah, namun masalah terjaminnya penerangan yang menjadi tujuan wakaf bisa dipenuhi. Kalau dulu penghasilan ini dipergunakan untuk biaya lilin dan pencairan lemak hewan, saat ini biaya biaya operasional listrik HaramSuci Razavi juga bisa dipenuhi.

Saat ini lebih dari tiga puluh ribu lima ratus lampu yang menyala siang dan malam di Haram Suci Razavi. Cahaya yang terang bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para peziarah saat berada di Haram Suci Razawi.

Para pengabdi Makam Imam Ridha as di bagian Departemen Listrik Haram Suci Razavi berusaha memanfaatkan fasilitas dan teknologi baru untuk menerangi sebaik mungkin pelataran dan selasar Imam Ridha as.

Untuk mewujudkan masalah ini mereka mengukur tingkat cahaya lingkungan, tingkat kekuatan pancaran cahaya di sudut-sudut Haram Suci Razavi dengan menggunakan teknik yang paling detil dan alat-alat pengukuran dan bersungguh-sungguh untuk memenuhi cahaya yang diperlukan sesuai dengan kondisi lingkungan.

Departemen Listrik Haram Suci Razawi memiliki berbagai tugas antara lain; membangun, memperbaiki, mengganti macam-macam guci, menyinari dan mengebor dinding, memasang meja dan lampu tulip, dan vas yang pas untuk berbagai acara, menghiasi dan memasang kain spanduk di dalam maupun di luar tempat-tempat ceramah di ruangan-ruang penuh berkah.

Dalam gambar yang anda saksikan ini adalah sebagian dari acara penggantian penutup zarih (pagar makam) dan bendera kubah Suci Razavi. Acara ini diselenggarakan setiap tahun di hari ulang tahun kelahiran Imam Ridha as dan seperti acara-acara lainnya di Haram Suci Razavi, yang membuat acara ini menjadi indah adalah menyalakan lilin dan diletakkan dalam vas kaca yang berbentuk bunga tulip.

(News-Aqr/ABNS)

0 komentar: